Untukmu yang berhati bening

Beneran !!

Jika komando kau rebut dari tangan raja

Tidak akan lama lagi

Benteng, singgasana dan mahkota luluh lantak berpendar dimana-mana

Karena kau seorang permaisuri

Yang tidak sanggup berkuda di depan pasukan

Apalagi memegang tali kendalinya

Duduk di pelananya pun kau tersungkur ke tanah

Beneran !!

Kau berani mengemudi angkot di malam hari

Sedangkan sangat labil dalam konsentrasi

Mungkin para penumpangnya berlirih

Stop, stop saya berhenti saja disini

Ibumu adalah hawa

Pernah dirayu goda

Sampai keluar dari surga

Beneran!!

Katanya setegar ibu pertiwi

Dan seperkasa wonderwoman

Tapi mengapa tak ada yang menjadi Nabi

Yang menanggung amanat dari Tuhan

Aku kira kau selembut kucing angora

Tapi kau merawat kuku yang siap mencakar-cabik apa saja

Maka kau akan ditinggalkan, sebelum berubah menjadi singa betina

Beneran !!

Aku kira kau sejinak burung merpati

Malah kau membiarkan paruh semakin tajam

Maka kau akan dicampakkan, sebelum berubah menjadi gagak hitam seram

Beneran !!

Besar kecilnya tugasmu adalah tinggi rendahnya nilaimu

Bukan !!

Jadilah seperti Tuhan ciptakan adalah kemuliaanmu

Dan pasti aku akan mencintaimu

Beneran!!

Dibalik ketegasanku ada kelembutanmu

Dibalik kelugasanku ada kesabaranmu

Dibalik kekuasaanku ada kesahajaanmu

Diterbitkan di:  on Juli 17, 2008 at 9:07 am Komentar (2)
Tags:

Ayamku Mati di Lumbung Padi

Ayamku mati di lumbung padi

Seharusnya dia bisa mematuk kacang-kacangan

Atau memakan jagung seperti burung

Tanpa harus susah payah mengunyah dan mengorek-ngorek tanah 

Tanah yang sudah tercampur limbah merkuri

Tidak baik untuk asupan gizi

Tanah yang tenggelam oleh limpahan air bah

Karena mengatur lalu lintas air yang salah

Tanah yang tercepecah belah kekeringan

Akibat ahli pangan dan para spekulan bergandengan 

Ayamku mati di lumbung padi

Seharusnya dia bisa diolah menjadi ayam bakar yang nikmat

Tapi kita kehilangan ranting dan kayu setelah hutan lebat habis dibabat

Seharusnya dia bisa diolah menjadi fried chicken yang enak

Enaknya hanya bisa dinikmati oleh juragan-juragan minyak sayur

Sampai mereka lelap tertidur dan ngelindur makmur di tanah yang subur 

Di akhir hayatnya

Ayamku terkena virus mematikan

Mematikan penduduk desa dan kota

Mematikan akal ahli kesehatan

Mematikan nurani para spekulan

Diterbitkan di:  on April 4, 2008 at 11:52 am Komentar (2)

Antara Astana Giri Bangun dan Kuburan Baqi

11.00 waktu itu

Di depan kotak hitam

Terkisah seorang besar pergi

 

Ratusan bahkan ribuan

pasang mata khidmat menyaksikan

Prosesi-prosesi seremoni

Dikumandangkan ke penjuru negeri

Ngiangnya tersangkut di Astana Giri bangun

 

Yah, seorang besar telah pergi

Sebelum pergi tidak lupa membangunkan keluarga sendiri

Padepokan abadi

Nan megah, aman dan nyaman diziarahi

 

12.30 waktu itu

Setelah memenuhi waktu fardhu

Masih di depan kotak hitam

 

Aku teringat kuburan baqi

Ratusan ribuan mungkin

Jasad manusia tertidur tenang

Tanpa kubah tanpa nisan

Terhampar di padang gersang di sekitar bukit yang yang tak terlalu tinggi

Tak ada harum melati

Apalagi ditembok marmer itali

Bentuknya mirip kreasi petani

Jika sudah lama terabrasi sendiri

Hanya amalan setia menanti

Kelak hari pembalasan nanti

 

Kuburan seperti daun pintu

Daun pintu bubu untuk perangkap ikan

Kedudukan tidak ditanya

Harta tiada berguna

Popularitas tinggal belaka

Kemolekan hanya hidangan sedap serdadu serangga

 

Pertanyaannya sulit dirumuskan ilmuwan

Bahkan tidak seperti teka-teki silang

Dan tidak diijinkan mengambil ujian her

 

Air bermuara ke air

Angin bergumpal ke udara

Tanah kembali ke tanah

 

Diterbitkan di:  on Februari 15, 2008 at 10:06 am Tinggalkan sebuah Komentar

Ada Apa Dengan Cakung

Cakung merupakan kecamatan terluas di jakarta timur dengan luas mencapai 4.248,08 ha, kecamatan cakung terdiri dari 7 kelurahan, yaitu jatinegara, rawaterate, penggilingan, cakung barat, cakung timur, ujung menteng dan pulo gebang. Mulai tahun 1976 cakung memisahkan dari Bekasi Jawa Barat, dengan harapan dapat lebih maju dalam segala sektor kehidupan. Dahulu cakung terkenal sebagai lumbung padinya Jakarta dengan lahan persawahan mencapai 750 ha.

Tercatat jumlah penduduk pada agustus 2003 sekitar 212.044 jiwa, namun itu belum termasuk penduduk musiman dan illegal, dengan adanya industri padat karya di sekitar cakung antara lain di kawasan industri pulogadung dan kawasan berikat nusantara (kbn cakung ) dan kawasan berikat nusantara (marunda) maka sudah tidak syak lagi menggoda warga dari desa untuk hijrah dan mencicipi gemerlapnya ibukota meskipun hanya tinggal di pinggiran Jakarta.

Pada awal tahun 80an orang tua saya membeli tanah seluas 150 m2 di cakung timur yang saat itu masih kavling-kavling yang di kepung oleh tanah persawahan, hingga jika hujan turun sangat becek dan berlumpur kenangnya pada saya. Sampai pada akhirnya gg mawar2 merupakan gg yang cukup baik dengan dilapisi aspal. Jika dahulu lapangan sepak bola banyak tersedia dimana-mana yang digunakan anak-anak sebaya saya berpesta pora terlelap dalam serunya permainan-permainan, mulai dari main layangan, gasing, gundu ( kelereng ), bite gunung, dampu, tak kadal dan tentunya masih banyak lagi untuk disebutkan. Terkadang jika weekend sepulang sekolah saya dan teman-teman langsung merencakan untuk turun ke sawah, memancing ikan, mengilik belut, meracuni ikan dengan portas, paling apes mencari siput.

Seiring pesatnya pertumbuhan di cakung, mobil angkutan yang zaman dahulu naik dari belakang ( omprengan ) diganti dengan armada KWK dan puluhan ojek yang bersitegang mencari penumpang. Tanah lapang di bangun petakan-petakan kontrakan, hamparan sawah berubah jadi perumahan, hingga anak kecil kehilangan lahan bermain yang di gantikan oleh rental-rental playstation yang membuat anak cenderung tidak aktif dan kreatif.

Jika diperhatikan secara mendalam atas di bangunnya pom bensin Shell ( produk English ) dan  Carefour ( produk France ) di jalan raya bekasi, sebenarnya ini merupakan langkah awal akan adanya Mega Proyek Township yang sedang dirancang di cakung yaitu JAKARTA GARDEN CITY ( JGC ) yang akan jauh mengalahkan Pulo Gadung Trade Center ( PTC ), JGC ini akan mengubah wajah cakung yang “pinggiran” menjadi kota mandiri seluas 270 ha yang modern dan terpadu untuk tempat tinggal, pusat bisnis serta rekreasi. Di dalamnya akan dibangun sekitar 9000 unit rumah yang berkualitas internasional yang mengadopsi konsep modern lifestyle, dimana menyatukan tempat tinggal, pusat bisnis, dan pusat hiburan, dilengkapi dengan shopping mall, hypermarket, medical center, hotel resort, international school, club house dan sport center. Harga unit rumah dengan luas 150 m2 dan 200 m2 ditawarkan dengan harga Rp 700 juta sampai Rp 1 miliar. Proyek ini akan memakan waktu kurang lebih 9 tahun mulai dari 2007. Dengan Keppel Land Ltd sebagai perusahaan property asal singapura yang mendalangi semua ini.

Dimana letak JGC ? jika anda melalui jalan cacing ( cakung cilincing ) menuju tanjung priok, setelah melewati pintu tol cakung utara tepatnya di depan PT Puninar Jaya ( sebelah pom bensin terakhir dari arah Tanjung priok ke jalan raya bekasi ) anda akan melihat salah satu jalan yang sedang di bangun ( mungkin saat ini masih beralaskan tanah merah diselingi derungan mesin dari truk-truk tronton yang membawa material ), dan terus luas lahan sampai ke perumahan menteng metropolitan

Cakung Go International, dengan JGC yang megah dan hijau akan menjadi icon tersendiri di timur Jakarta, bagaimana nasib penduduk cakung sekarang ? dengan akan dirampungnya Carefour maka sudah di pastikan pedagang di pasar kayu tinggi, pasar kandang sapi, pasar sulthon, pasar bintara, pasar kelapa satu akan gulung tikar. Para tukang parkir kehilangan lahan kekuasaannya dan oknum-oknum kehilangan upeti dari para pedagang yang di palak secara berkala.

Selain itu kebudayaan akan berubah dengan cepat seiring teknologi informasi dan komunikasi serta entertainment akan jauh semakin canggih di JGC, satu persatu akan ada eksodus warga yang mengungsi ke daerah di luar cakung atau pulang kampung karena akan mendapat uang gusuran, dan masih banyak lagi dampak yang akan ditanggung oleh warga cakung dan keturunannya   

  

  

Diterbitkan di:  on Desember 14, 2007 at 2:06 pm Komentar (4)