Sengaja difokuskan dalam bidang IT ( Informasi Teknologi ), karena sudah kurang lebih 6 tahun mengenalnya, meskipun dulunya bercita-cita sebagai petani atau pedagang.
Pada pertengahan 80-an kalau tidak salah di ITB ( Institut Teknologi Bandung ) sudah dibuka jurusan untuk Komunikasi dan Informasi, baru di akhir 80-an dan awal 90-an muncul Gunadarma yang pada saat itu swasta pertama yang menyelenggarakan Informatika dan Komputer dengan bendera STMIK nya. Namun saat ini apa karena tuntutan zaman, latah dengan keadaan atau apa saja alasan ? Banyak perguruan tinggi swasta,berlomba-lomba untuk menggelar jurusan Informasi Teknologi
Apa dampaknya? IT digembar-gemborkan sebagai ilmu yang “wajib” untuk semua orang “ berjamaah” mendalaminya kalau tidak mau dianggap kuper di masa datang atau paling tidak memudahkan seseorang mendapatkan pekerjaan. Menurut hemat saya semua disiplin ilmu pasti bermanfaat dan memiliki keunikan tersendiri jika hendak menyelami lebih dalam lagi. Lantas kenapa banyak orangtua yang menjejali anaknya dengan les komputer sampai disuruh mengambil jurusan IT yang menurut sebagian orang sangat menjanjikan, bahkan saya sempat bertemu dengan orang yang berlatar belakang berbeda seperti arsitek, teknik mesin, teknik kimia, sarjana pertanian sampai seorang security yang entah dengan alasan apa ? banyak dari mereka yang bersusah payah mempelajari bidang IT
Arsitek jadi IT, petani jadi IT, security jadi IT, PNS jadi IT, terus IT jadi apa ? ya jadi banyak ( pake mikir lagi hehehe ), tapi itu semua sebenarnya sama dengan harga cabe keriting, kol gepeng atau bawang Bombay, ketika dipasar melimpah ruah maka harga jual menjadi rendah, padahal mereka membeli pupuk dengan mahal, belum lagi jika diserang hama dan bencana alam.
Jadi jangan bangga menjadi seseorang yang mendalami IT, karena dengan keadaan diatas banyak orang dengan enteng menganggap murah dan mudah mencari seorang IT (khusus di Indonesia)
Kalau mengingat lagu pada waktu kecil dulu bahwa Negara kita Negara agraris atau nenek moyangku seorang pelaut, dengan kekayaan yang dianugerahkan mestinya kita manfaatkan teknologi IT bukan sekedar kemajuan IT saja, namun bagaimana di ejawantahkan di bidang pertanian dan kelautan, sehingga Negara kita mempunyai ciri khas tersendiri seperti halnya Negara di timur tengah dengan Minyaknya atau Negara Jepang dengan automotivenya.
Sebagai contoh, mungkin dengan teknologi GPS ( Global Positioning System ) untuk kelautan diajarkan kepada nelayan yang dapat memudahkan dalam pendeteksian keberadaan dan jumlah ikan si suatu tempat, setelah itu dipasarkan melalui situs webnya, atau petani diberi bantuan bagaimana membuat mesin automatic pengganti kerbau dan petaninya sendiri untuk membajak, sehingga waktu dan tenaga yang tersisa banyak, digunakan untuk berkumpul dengan keluarga atau memanfaatkan aktifitas yang lainnya
NB : maaf judulnya asal british
