11.00 waktu itu
Di depan kotak hitam
Terkisah seorang besar pergi
Ratusan bahkan ribuan
pasang mata khidmat menyaksikan
Prosesi-prosesi seremoni
Dikumandangkan ke penjuru negeri
Ngiangnya tersangkut di Astana Giri bangun
Yah, seorang besar telah pergi
Sebelum pergi tidak lupa membangunkan keluarga sendiri
Padepokan abadi
Nan megah, aman dan nyaman diziarahi
12.30 waktu itu
Setelah memenuhi waktu fardhu
Masih di depan kotak hitam
Aku teringat kuburan baqi
Ratusan ribuan mungkin
Jasad manusia tertidur tenang
Tanpa kubah tanpa nisan
Terhampar di padang gersang di sekitar bukit yang yang tak terlalu tinggi
Tak ada harum melati
Apalagi ditembok marmer itali
Bentuknya mirip kreasi petani
Jika sudah lama terabrasi sendiri
Hanya amalan setia menanti
Kelak hari pembalasan nanti
Kuburan seperti daun pintu
Daun pintu bubu untuk perangkap ikan
Kedudukan tidak ditanya
Harta tiada berguna
Popularitas tinggal belaka
Kemolekan hanya hidangan sedap serdadu serangga
Pertanyaannya sulit dirumuskan ilmuwan
Bahkan tidak seperti teka-teki silang
Dan tidak diijinkan mengambil ujian her
Air bermuara ke air
Angin bergumpal ke udara
Tanah kembali ke tanah