Cakung merupakan kecamatan terluas di jakarta timur dengan luas mencapai 4.248,08 ha, kecamatan cakung terdiri dari 7 kelurahan, yaitu jatinegara, rawaterate, penggilingan, cakung barat, cakung timur, ujung menteng dan pulo gebang. Mulai tahun 1976 cakung memisahkan dari Bekasi Jawa Barat, dengan harapan dapat lebih maju dalam segala sektor kehidupan. Dahulu cakung terkenal sebagai lumbung padinya Jakarta dengan lahan persawahan mencapai 750 ha.
Tercatat jumlah penduduk pada agustus 2003 sekitar 212.044 jiwa, namun itu belum termasuk penduduk musiman dan illegal, dengan adanya industri padat karya di sekitar cakung antara lain di kawasan industri pulogadung dan kawasan berikat nusantara (kbn cakung ) dan kawasan berikat nusantara (marunda) maka sudah tidak syak lagi menggoda warga dari desa untuk hijrah dan mencicipi gemerlapnya ibukota meskipun hanya tinggal di pinggiran Jakarta.
Pada awal tahun 80an orang tua saya membeli tanah seluas 150 m2 di cakung timur yang saat itu masih kavling-kavling yang di kepung oleh tanah persawahan, hingga jika hujan turun sangat becek dan berlumpur kenangnya pada saya. Sampai pada akhirnya gg mawar2 merupakan gg yang cukup baik dengan dilapisi aspal. Jika dahulu lapangan sepak bola banyak tersedia dimana-mana yang digunakan anak-anak sebaya saya berpesta pora terlelap dalam serunya permainan-permainan, mulai dari main layangan, gasing, gundu ( kelereng ), bite gunung, dampu, tak kadal dan tentunya masih banyak lagi untuk disebutkan. Terkadang jika weekend sepulang sekolah saya dan teman-teman langsung merencakan untuk turun ke sawah, memancing ikan, mengilik belut, meracuni ikan dengan portas, paling apes mencari siput.
Seiring pesatnya pertumbuhan di cakung, mobil angkutan yang zaman dahulu naik dari belakang ( omprengan ) diganti dengan armada KWK dan puluhan ojek yang bersitegang mencari penumpang. Tanah lapang di bangun petakan-petakan kontrakan, hamparan sawah berubah jadi perumahan, hingga anak kecil kehilangan lahan bermain yang di gantikan oleh rental-rental playstation yang membuat anak cenderung tidak aktif dan kreatif.
Jika diperhatikan secara mendalam atas di bangunnya pom bensin Shell ( produk English ) dan Carefour ( produk France ) di jalan raya bekasi, sebenarnya ini merupakan langkah awal akan adanya Mega Proyek Township yang sedang dirancang di cakung yaitu JAKARTA GARDEN CITY ( JGC ) yang akan jauh mengalahkan Pulo Gadung Trade Center ( PTC ), JGC ini akan mengubah wajah cakung yang “pinggiran” menjadi kota mandiri seluas 270 ha yang modern dan terpadu untuk tempat tinggal, pusat bisnis serta rekreasi. Di dalamnya akan dibangun sekitar 9000 unit rumah yang berkualitas internasional yang mengadopsi konsep modern lifestyle, dimana menyatukan tempat tinggal, pusat bisnis, dan pusat hiburan, dilengkapi dengan shopping mall, hypermarket, medical center, hotel resort, international school, club house dan sport center. Harga unit rumah dengan luas 150 m2 dan 200 m2 ditawarkan dengan harga Rp 700 juta sampai Rp 1 miliar. Proyek ini akan memakan waktu kurang lebih 9 tahun mulai dari 2007. Dengan Keppel Land Ltd sebagai perusahaan property asal singapura yang mendalangi semua ini.
Dimana letak JGC ? jika anda melalui jalan cacing ( cakung cilincing ) menuju tanjung priok, setelah melewati pintu tol cakung utara tepatnya di depan PT Puninar Jaya ( sebelah pom bensin terakhir dari arah Tanjung priok ke jalan raya bekasi ) anda akan melihat salah satu jalan yang sedang di bangun ( mungkin saat ini masih beralaskan tanah merah diselingi derungan mesin dari truk-truk tronton yang membawa material ), dan terus luas lahan sampai ke perumahan menteng metropolitan
Cakung Go International, dengan JGC yang megah dan hijau akan menjadi icon tersendiri di timur Jakarta, bagaimana nasib penduduk cakung sekarang ? dengan akan dirampungnya Carefour maka sudah di pastikan pedagang di pasar kayu tinggi, pasar kandang sapi, pasar sulthon, pasar bintara, pasar kelapa satu akan gulung tikar. Para tukang parkir kehilangan lahan kekuasaannya dan oknum-oknum kehilangan upeti dari para pedagang yang di palak secara berkala.
Selain itu kebudayaan akan berubah dengan cepat seiring teknologi informasi dan komunikasi serta entertainment akan jauh semakin canggih di JGC, satu persatu akan ada eksodus warga yang mengungsi ke daerah di luar cakung atau pulang kampung karena akan mendapat uang gusuran, dan masih banyak lagi dampak yang akan ditanggung oleh warga cakung dan keturunannya