Asmara dan Pancaroba

Aku bukan pemanis-pemanis

Yang Mengambil saripati dan serbuk sari

Dari kelopak bunga yang sedang merekah

Lantas kembali pada siklus tertentu saja

Bukan pula koloni pejantan

Yang saling berhimpitan dan bersinggungan

Seperti mobil angkutan 

Jika ku coba mengepakkan sayap

di rimbunnya kebun -kebun sejenak hinggap

Kau terlihat seperti daun merak

Nampak mempesona diantara berkuntum-kuntum bunga

Aku tidak membawa fungisida atau insektisida

Tapi jelas terlihat mana benalu dan gulma-gulma

NB: Terima kasih bang iwan

Diterbitkan di: on Agustus 22, 2007 at 8:17 am Tinggalkan sebuah Komentar

kepada kawanku

Jangan kau mandulkan kreasi

Apalagi sampai dikebiri

Hanya karena semata arogansi

Yang tiada kunjung bertepi


Duhai kawan rengkuh tanganku

Kita nikmati apa yang kita nikmati

Kau hisap rokokmu, ku teguk kopiku


Bagaimana esok

Bagaimana esok


Kesabaran adalah bumi, kejujuran adalah rembulan

Dan manakala pedang kita menghunus kebodohan

Di saat itu hati bersinar

Mata berbinar

Diterbitkan di: on Agustus 7, 2007 at 11:48 am Tinggalkan sebuah Komentar