Gairahmu tidak dimakan usia

Di ruang dapur itu gairahmu menyala

Walaupun kadang minyak goreng genit menggoda

 

Dari sana pula aku belajar

Bercanda riuh denganmu ditemani periuk hitam

Dikenali aku dengan ulekan, dan disaksikan oleh talenan

 

Jangan terjebak status

Sampai kau malu membeli cabai dan terasi

Di warung bu Darso

Atau memasak nasi sembari mencuci sisa-sisa hidangan katanya

Kau luangkan waktu

Mengenal tuhan dan memahami kebenaran

Dari kisi-kisi kehidupan

Dijaganya rumah, amanah

Dari suaminya

Ketika beliau pergi sebentar mengolah hidup

Anak-anakmu tidak hanya dirumah

Disana ada puluhan bahkan ratusan anak

Menanti tangan emasmu, nasihat sejuk dan gairahmu

Gairahmu tidak dimakan usia

Kau nampak lebih muda

Ketika pulang bawa gorengan

Aku janji

Akan mewariskan pijar-pijarmu

Kepada semuanya

Diterbitkan di: on Maret 27, 2007 at 9:08 am Tinggalkan sebuah Komentar

Bukan rambutmu yang memanjakanku

Kalau saja kemolekan tubuh yang kau etalasekan

Aku sudah berpaling pulang

Menyiram pohon belimbing,

Duduk ditepi kolam bermain dengan ikan-ikan

 
Kalau saja seleramu membeli baju dan merawat kuku

Hingga kau lewati waktu-waktu fardhu

 
Bisa saja aku berteduh

Melepas lenguh dan peluh

Dengan seseorang dibalik awan putihnya

Namun aku lebih suka hujan-hujanan

Menikmati sengatan matahari

Kubiarkan tubuhku belang-belang tercabik-cabik oleh angin

 
Aku tidak tersandung dengan kesepadanan-kesepadanan

Yang dapat mengelabukan pandangan

 
Aku hanya ingin merengkuh kesederhanaanmu

Mencium kesabaranmu

Mencumbu ketegaranmu

Lebih lama lagi, lebih lama lagi….

Diterbitkan di: on at 9:06 am Tinggalkan sebuah Komentar

catatan dari cikarang

Untukmu yang disana..
Dibawah bayang-bayang ekspatriat
Cengkramkan kuku kakimu ke dasar bumi
Kibaskan bulu indah seperti burung kolibri

Robohkan saja sekat-sekat
Sebenarnya tidak layak tercipta
Kasta sudra dan kasta Brahma
Semangkuk sup kita reguk bersama
Atau peyek teri kita potekan saja

Aku sudah merasakan
Merdunya derungan mesin, lembutnya palu paku serta gunting
Teduhnya pos-pos keamanan sampai bersembunyi dibalik pantry
Juga merasakan
Angkuhnya CPU,tombol-tombol keyboard
Serta deringan telepon yang dapat membuat kesumat mengumpat-umpat

Untukmu yang disana..
Jauhkan cermin Cleoptra atau Putri Diana
Karena kulitmu akan keriput,rambut rontok berkilau memutih
Sesekali pinggang dan bahu terasa encok

Genderang perang sudah ditabuh
Jauh dimulai ketika kita bersemayam dirahim ibu
Kenakan baju besi siapkan anak panah boleh juga selipkan belati
Dan jangan pilih ksatria-ksatria salon sebagai panglima

Untukmu yang disana..
Aku gambar rambu-rambu
Karena kelaparan sudah menjadi teman
Popularitas menjadi imam

Diterbitkan di: on Maret 12, 2007 at 4:04 am Tinggalkan sebuah Komentar