Di ruang dapur itu gairahmu menyala
Walaupun kadang minyak goreng genit menggoda
Dari sana pula aku belajar
Bercanda riuh denganmu ditemani periuk hitam
Dikenali aku dengan ulekan, dan disaksikan oleh talenan
Jangan terjebak status
Sampai kau malu membeli cabai dan terasi
Di warung bu Darso
Atau memasak nasi sembari mencuci sisa-sisa hidangan katanya
Kau luangkan waktu
Mengenal tuhan dan memahami kebenaran
Dari kisi-kisi kehidupan
Dijaganya rumah, amanah
Dari suaminya
Ketika beliau pergi sebentar mengolah hidup
Anak-anakmu tidak hanya dirumah
Disana ada puluhan bahkan ratusan anak
Menanti tangan emasmu, nasihat sejuk dan gairahmu
Gairahmu tidak dimakan usia
Kau nampak lebih muda
Ketika pulang bawa gorengan
Aku janji
Akan mewariskan pijar-pijarmu
Kepada semuanya