
Sejak saya SD mengenal warna dasar yaitu merah, biru, dan hijau. Merah disilangkan dengan biru melahirkan ungu, jika dengan hijau melahirkan kuning, sedangkan biru disilangkan dengan hijausaya lupa melahirkan apa, jika ketiganya disilangkan melahirkan putih. dan sebenarnya masih banyak lagi spektrum-spektrum warna yang digagas pertama kali oleh sir isaac newton.
Namun sebagian orang mengartikan warna sebagai identitas,
gaya hidup, kepribadian dan lain-lain. Padahal warna sendiri bukan agama, bukan idola, bahkan bukan pencuri. Yang terpenting tidak melanggar aturanNya.
Di Indonesia warna hitam menjadi sesuatu yang diagungkan, kenapa bisa begitu? contoh dari SD sampai Kuliah bahkan sesuatu yang dibungkus formalitas harus menulis dengan tinta hitam, atau jika seseorang ingin membeli mobi hitam harganya lebih mahal jika dibanding dengan warna lain dan mesti menunggu antrian, bahkan sebagian pengendara motor menguliti sticker dari pabrik sampai semua berwarna hitam, lebih parah lagi ke makam harus berpakaian hitam, sampai-sampai dahulu ada rencana sepatu anak SD di Indonesia diseragamkan.
Harus di dobrak dan dirobohkan kesepakatan kesepakatan diatas. Teman saya menyarankan bahwa jangan terpaku pada satu warna, contoh pakailah sepatu berwarna merah, tembok rumah warna ungu atau orange dan sebagainya, yang penting tidak terbersit dalam benak ingin tampil beda atau cari perhatian.
