
Secara umum tamu dapat diartikan dengan seseorang atau lebih yang mengunjungi suatu tempat yang bertuan. Baik tamu tersebut diundang atau tidak diundang, tapi sebaiknya seorang tamu harus memberitahukan dahulu akan kedatangan dan maksud tujuan dari kedatangannya, kemudian harus mengetahui kondisi si tuan rumah baik dari segi waktu, kondisi lapangan dan lain-lain. Jika kita menjadi tuan rumah dan mendapatkan tamu hendaknya tamu tersebut harus dihormati, dilayani dengan baik sehingga tamu merasa kehadirannya dapat diterima.
Seandainya jika rumah kita kedatangan acara selebritis nginep, misal KD, iwan fals, atau Om Farhan, apa yang kita persiapkan? yang pasti kamar harus rapi, bersih kalau bisa wangi, walaupun sebelumnya kamar kita seperti kapal pecah atau bahkan seperti goa padahal jika yang mau nginep saudara atau teman mungkin tidak ada persiapan. Ketika itu rumah saya akan kedatangan tim dari dinas tata kota dari walikota setempat karena terpilih sebagai rumah yang boleh dibilang sedikit sejuk diantara hiruk pikuk kota dan cerobong-cerobong industri, saat itu kami tidak melakukan hal yang berlebihan dalam menyambut sang “tamu”, ya hanya sedikit berbenah, walaupun pada akhirnya tamunya batal singgah.
Begitu juga dengan SBY yang kedatangan tamu dari amerika, siapalagi kalu bukan george bush. Berbagai persiapan harus matang untuk menyambut tamu tersebut, mulai dari penutupan jalan, sinyal komunikasi dihentikan, sampai penertiban KQ 5. Tapi semuanya itu untuk satu tujuan agar sang tamu tersebut merasa aman dan nyaman dari gangguan orang yang mungkin minta tanda tangan atau sekedar foto berdua-an. Coba kalau yang datang dari negeri paman sam adalah Metalica, Michael Jordan atau Bill Gates, mungkin hanya sedikit orang yang kenal dengan identitas mereka sehingga tidak perlu repot-repot untuk melakukan pengamanan.
Kalau kita tengok ke Arab Saudi, bagaimana pemerintah dan rakyat disana sangat peduli akan kedatangan “Tamu Tamu ALLAH” yang setiap tahun jutaan orang dari berbagai penjuru dunia melaksanakan ibadah haji. Tidak ada perbedaan antara kulit, status, atau apa saja yang penting tamu-tamu tersebut ikhlas dan penuh kekhusyu’an menjalani rentetan rukun ibadah haji yang sarat dengan saling sikut- sikutan, desak- desakan, bahkan sampai jatuh tersungkur dibawah terik matahari dan diantara himpitan jutaan manusia.
Sesungguhnya islam sangat menganjurkan untuk memuliakan tamu, coba kita lihat bagaimana Nabi Ibrahim menyiapkan kambing yang dipanggang untuk tamunya padahal tamunaya tersebut adalah malaikat, dan Nabi Luth melindungi tamunya yang sangat tampan ( padahal tamunya adalah malaikat ) dari kaumnya yang saat itu banyak yang homoseksual, atau anjuran Nabi Muhammad bahwa siapa yang beriman kepada ALLAH dan hari akhir hendaklah muliakan tamu.
